Sejak kehadiran virus CORONA atau COVID-19 yang tersebar segala penjuru dunia, termasuk di negeri tercinta ini, Indonesia maka orang-orang pada cemas dan ketakutan yang tidak ringan. Dikarenakan akibatnya bisa menular dan mematikan. Sampai saat ini korban yang terinfeksi dan meninggal terus bertambah. Mudah-mudahan ke depannya bisa berkurang dan sirna seperti sedia kalanya atas izin Allah. Amin
Memang yang namanya virus bisa menular namun belum tentu mematikan. Menurut ahli kesehatan, tergantung kepada kekebalan dan riwayat penyakit si penderita. Namun, penulis tidak mau membahas tentang virus CORONA terlalu jauh karena memang bukan ahlinya. Hehe. Dan penulis berkeyakinan bahwa soal virus ini para pembaca sudah banyaklah yang tahu dari berbagai sumber media dan informasi.
Yang ingin dibahas kali ini adalah peran dan sikap Pemuda di saat merebaknya virus CORONA ini yang menyebabkan orang-orang dari segala penjuru dunia menutup diri (LOCKDOWN) dengan hastag #dirumahAja dengan harapan memutus mata rantai penyebaran penularan virus ini. Mulai dari belajar, bekerja, berorganisasi, berniaga sampai beribadah mengharuskan diri di #rumahAja.
Tentunya keputusan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang mendapat respon positif dan negatif. Yang merespon positif dianggap sudah mengerti dan harus dipatuhi. Mengisolasi diri #dirumahAja lebih kurang 14 hari. Mudah-mudahan setelah itu harapannya kembali normal keadaan seperti semula.
Sedangkan yang merespon negatif menganggap terlalu berlebihan sehingga bisa mendatangkan mudharat seperti kehilangan pekerjaan dan seterusnya. Apalagi pihak berwenang hanya menetapkan #dirumahAja tetapi kompensasi kebijakan tersebut tidak diiringi atau belum sampai kapan. Sedangkan dari berbagai negara sudah memberikan kompensasi. Seperti pembagian sembako, menggratiskan internet selama #dirumahAja. Belum demikian dengan negeri tercinta ini Indonesia. Dan mudah-mudahan segera menyusul.
Begitulah memang setiap kebijakan dan keputusan pasti menimbulkan pro dan kontra. Bila disikapi dengan adil dan bijaksana maka bisa dimaklumi. Namun soal Adil dan bijaksana ini seakan-akan seperti mimpi dan sulit terwujud katanya.
Maka sebagai Pemuda, apakah itu dari kalangan ORMAS maupun secara invidu maupun bersama-sama diharapkan perannya bagaimana menyikapi kondisi di saat merebaknya virus CORONA.
1. Sebagai pelopor mengikuti dan mematuhi himbauan #dirumahAja selama waku ditentukan (minimal 14 hari). Karena umumnya kaum muda tidak ada istilah #dirumahAja. Hobinya memang ngumpul dan berkreasi sesuai dengan minat dan bakatnya. Apakah sebagai musisi maupun aktivis.
2. Momentum memperbaiki diri yang tadinya mungkin kurang peduli dengan lingkungan dan kesehatan diri.
3. Mengkampanyekan tidak dengan cara lebay maupun alay melalui media sosial bahwa semasa merebaknya virus ini agar tidak perlu CEMAS bin PANIK berlebihan tetapi juga jangan CUEK bin KERAS KEPALA berlebihan. Tingkatkanlah IMUN (kesehatan diri) dan IMAN (keyakinan) kepada Tuhan Yang Maha Esa.
4. Menahan diri dari tindakan dan ucapan yang menambah masalah di tengah-tengah kondisi yang dirasa memang tidak biasa dengan berbuat dan berbuat apa yang bisa bermanfaat untuk diri dan orang banyak tanpa harus kontak dan bertemu langsung. Apalagi saat ini eranya internet dan media sosial, bisa digunakan apalagi selama #dirumahAja.
Percayalah sobat, bahwa kondisi ini tidak hari ini saja. Dahulupun pernah terjadi. Kata orang bijak "Di balik masa sulit ada masa normal" dan mungkin masa sulit ini dari masa normal sebelumnya. Yang terpenting ikuti terus perkembangan informasi soal virus ini secara VALID dan AHLInya. Bukan HOAX apalagi PRANK.
Dan perlu diingat bahwa Bumi ini ada yang punya, pengatur dan pemeliharanya, yaitu Allahu Robbul `Aalamiin. Disamping USAHA yang MAKSIMAL, jangan lupa TAWAKKAL kepadaNya. Dan yakinlah bahwa Allah tidak menganiaya hamba-hambaNya tetapi merekalah (hambaNya) yang menganiaya diri mereka sendiri. Dan yakinkan hati bahwa Cukuplah Allah sebagai Pelindung, Pemelihara dan Ponolong bagi hambaNya yang bersabar (menahan diri, tidak panik, tidak ngeyel apalagi mewek).
Mudah-mudahan kita bisa melewati kondisi ini dengan hati yang damai dan fikiran yang cerdas. Amin.
No comments:
Post a Comment